Wisata Anambas

Sejarah Anambas

Kabupaten Kepulauan Anambas dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 tahun 2008 tanggal 21 Juli 2008 tentang pembentukan Kabupaten Kepulauan Anambas. Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan wilayah kepulauan dengan 238 buah pulau, termasuk didalamnya 5 pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Pulau-pulau tersebut satu dengan yang lainnya dihubungkan oleh perairan, pulau besar diantaranya; Pulau Siantan, Pulau Matak, Pulau Mubur, dan Pulau Jemaja. Dari sejumlah pulau tersebut, sekitar 26 pulau yang berpenghuni dan 212 pulau tidak berpenghuni.

Dalam perkembangannya, Kabupaten Kepulauan Anambas memiliki Visi : “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas Yang Sejahtera, Maju, Mandiri Berpayungkan Budaya Melayu Serta Dilandasi Iman Dan Takwa” , dan salah satu Misi : Mendorong terciptanya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang merata diseluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas yang akan menumbuhkembangkan kegiatan pembangunan pulau-pulau kecil dan pengelolaan sumber daya alam secara optimal dan terpadu (pariwisata, pertambangan, pertanian, perkebunan dan perikanan).

Dalam upaya mendukung dan merealisasikan visi dan misi Kabupaten Kepulauan Anambas, khususnya dari sektor pariwisata, diperlukan strategi yang mampu menjabarkan secara komprehensif dan tepat tentang penentuan prioritas pengembangan sumber daya pariwisata berdasarkan tingkat kepentingan dan kemampuan sumber daya, serta pertimbangan resiko yang akan dihadapi. Oleh karena itu RIPOW Kabupaten Kepulauan Anambas menjadi sangat penting dan menjadi panduan dalam pengembangan pariwisata.

Welcome to Anambas

 

Sejarah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas tidak terlepas dari sejarah Kabupaten Kepulauan Riau (sekarang Kabupaten Bintan) yang hingga saat ini kabupaten Kepulauan Riau telah dimekarkan menjadi 6 Kabupaten yaitu Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Lingga dan Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kabupaten Kepulauan Anambas atau gugusan kepulauan Anambas sendiri pada masa pemerintahan kolonial Belanda pernah menjadi pusat kewedanan yakni berpusat di Tarempa. Ketika itu, Tarempa adalah pusah pemerintahan di pulau tujuh termasuk wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas yang disebut district dan Jemaja wilayahnya disebut Onderdistric dengan ibukota Letung.