Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H.M. Sani melakukan peletakan batu pertama pembangunan Bandara Udara (Bandara) Letung di Pulau Letung, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (12/6).
Gubernur meyakini jika bandara udara Letung di Pulau Letung, Kabupaten Kepulauan Anambas berkembang dengan baik,persatuan dan kesatuan dapat diwujudkan, maka dunia pariwisata yang sudah terkenal “The Best Islands in the World’ akan dapat lebih dikembangkan, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan Bandara Udara Letung ini terkait dengan konektivitas, baik lalu lintas orang, lalu lintas barang, maupun lalu lintas uang suatu daerah sehingga akan berkembang seperti apa yang kita harapkan yang pada akhirnya kesejahteraan rakyat akan tercapai,” kata H.M. Sani.
Mengenai konektivitas itu, Gubernur Kepri menilai, Kabupaten Anambas telah selangkah lebih mju. Peningkatan konektivitas ini terus dilakukan dari satu kali penerbangan menjadi 3 kali penerbangan. “Saya senang dan selalu mengatakan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti,” ujar Gubenur Kepulauan Riau.
Pada kesempatan tersebut, H.M. Sani juga berharap bahwa ke depan lapangan terbang Letung ini akan menjawab kebutuhan sampai tahun 2016, dan terus berkembang ditahun-tahun kedepan. Artinya setelah tahun 2016 lapangan terbang ini sudah tidak menjawab dibanding kondisi saat ini yang memliliki panjang 1650 Meter.
“Nantinya, lapangan terbang akan berkembang agar dapat didarati oleh pesawat Boeing dengan panjang landasan paling sedikit 2.500 meter,” papar Gubernur Kepri H.M. Sani.
Sebelumnya pada awal pidatonya, Gubernur Kepri H.M. Sani mengemukakan, saat ini pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri mencapai angka fantastis, yaitu 8,3%. “Ini lebih tinggi dari provinsi-provinsi lain,” kata Gubernur.
Pertumbuhan ekonomi sebesar 8,31% itu, menurut Gubernur H.M. Sani, disumbang oleh pertumbuhan ekonomi dari Pulau Batam, Pulau Bintan dan Pulau Karimun dan tidak menutup kemungkinan juga disumbang oleh pertumbuhan ekonomi dari Kabupaten Kepulauan Anambas.
Diakhir kata sambutannya pada peletakan batu pertama pembangunan Bandara Letung, H.M. Sani Gubernur Provinsi Kepulauan Riau mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah bahu-membahu dan bersama-sama mendukung pembangunan Bandara Letung ini.
Sisi Darat dan Udara
Sementara itu dalam dokumen Master Plan Pembangunan Bandara Letung disebutkan, pembangunan bandra ini dibagi menjadi 2 yaitu pembangunan sisi darat dan pembangunan sisi udara.
Pembangunan sisi darat terdiri atas: (1) Pembangunan Terminal Penumpang; (2) Terminai VIP; (3) Terminal Kargo; (4) Area Parkir; (5) Pembangunan Menara Pengawas; (6) Pembangunan PKPPK, (7) Pembangunan Stasiun Meterologi; (8) Pembangunan Operasi dan Administrasi; (9) Pembangunan Warehouse; (10) Pembangunan Part Boarding; (11) Pembangunan Maintanance, (12) Bengkel, (13) Waterpump; (14) Rumah Dinas; dan (15) Mesjid.
Total biaya pembangunan sisi darat Bandara Letung sebesar Rp 75 milyar. Diharapkan pembangunan sisi darat ini selesai pada tahun 2016 yang akan dibangun bersama antara Kabupaten Kepulauan Anambas dan Provinsi Kepulauan Riau.
Sementara berdasarkan kajian Bandara Letung panjang runway yang akan dibangun pada tahun 2014 nanti dengan dana APBN 1650 meter. Dengan panjang runway tersebut, jenis pesawat terbesar yang dapat mendarat adalah ATR 72500, Boeing 737-200,DHE, dan pesawat jenis lainnya, dengan target jumlah penumpang 27.633 orang per tahun. Pembangunan sisi udara ini diharapkan selesai pada tahun 2018 dengan total perkiraan kebutuhan anggaran sebesar Rp 160 miliar.
Selain Gubernur Provinsi Kepulauan Riau turut hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Bandara Letung antara lain Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Suhajar Diantoro, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau Nur Syariadi, dan satuan perangkat daerah lainnya. (Kun/Humas Setkab/ES)
Sadar Wisata merupakan jantung dan Nadinya Pariwisata, olehnya itu sangat perlu dibangun dan ditunjukkan kepada seluruh elemen masyarakat.
Hal ini ungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga KKA, Ir. IWAN .K.RONI di sela-sela pembukaan Sosialisasi Sadar Wisata dan Sapta Pesona di Pantai Padang Melang Desa Batu Berapit Kec. Jemaja (Sabtu/08).
“Menggali kekayaan seni dan budaya merupakan bagian yang sangat penting dalam memperkaya daya tarik Event Pariwisata” ungkapnya.
Dan yang tidak kalah pentingnya adalah menciptakan rasa aman, bersih, indah, sejuk, ramah, tamah, dan kenangan untuk memberikan citra pesona bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Kepulauan Anambas Khususnya di Pantai Padang Melang Kec. Jemaja.
Mengisi masa liburan, sebagian warga Tarempa memanfaatkan waktu dengan mendatangi objek wisata Air Terjun Temburun, di Kecamatan Siantan Timur.
Para pengunjung menikmati suasana ketenangan dan kenyaman mendengar aliran air terjun, sambil merendamkan tubuhnya ke dalam air yang asri mengalir dengan derasnya.
Untuk sampai ke lokasi ini, biasanya pengunjung menaiki speedboat selama 30 menit dari pelabuhan Tarempa. Namun tidak jarang pula, sebagian pengunjung lebih menyukai menaiki sepeda motor, meskipun harus melewati jalan yang mendaki dan penurunan yang cukup terjal termasuk kondisi jalan yang belum sempurna.
Dari atas puncak objek wisata ini dapat terlihat, bagaimana air terjun ini mengalir sampai ke bibir pantai. Suasana ini mampu memanjakan pengujung untuk melepaskan pemandangan seluas-luasnya.
Sementara bila sampai ke bawah pada hilir air terjun Temburun ini, pengunjung dapat menikmati bagaimana aliran air terjun tujuh tingkat ini membelah hutan dan mengalir di atas batu-batu besar sampai ke dataran rendah, lalu bermuara di laut tepi pantai yang ditumbuhi hutan bakau dan nipah.
“Sungguh menakjubkabkan sekali menikmati suasana nyaman di air terjun ini. Sayangnya, jalan menuju kesini melelahkan, karena kondisi jalan masih banyak yang rusak dan bisa membahayakan pengendara motor, jika tidak hati-hati," ungkap Andri, salah seorang warga Tarempa, Sabtu (30/3).
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, (Disparbud) Anambas, Iwan K Roni berjanji akan terus meningkatkan sejumlah objek wisata di Anambas, salah satunya termasuk objek wisata air terjun Temburun.
"Untuk peningkatan objek wisata ini, kita juga perlu merangkul sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di daerah ini, baik dari segi untuk mempertahankan keasrian kawasan wisata, termasuk masalah transportasi serta perbaikan fasilitas jalan lainnya melalui dinas-dinas terkait,"
Banyak hal dilakukan untuk mempopulerkan sekaligus mengenalkan pariwisata yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA).
Baik dengan melakukan promosi ke berbagai daerah hingga menggelar perlombaan yang ditujukan untuk lebih mengenalkan pariwisata bahari.
"Selama 2013, banyak agenda dan kegiatan yang akan kita lakukan dalam waktu mendatang. Dimana program tersebut sengaja digelar guna mengenalkan apa yang kita meliki disini. Wisata bahari contohnya," Kata Iwan K Roni, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Kepulauan Anambas .
Program yang dimaksud antara lain kegiatan-kegiatan yang mendukung dan mengenalkan pariwisata di Anambas, seperti Pagelaran seni yang digelar oleh Komunitas Seniman Anambas dalam bentuk, lomba menggambar hingga melukis keindahan alam Anambas yang dilakukan oleh ratusan pelajar yang ada di Tarempa mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah tingkat atas (SMA).
Selain itu juga Disparbudpora akan mengenalkan pariwisata yag dimiliki Anambas ke beberapa Event pameran yang ada di tingkat nasional maupun Mancanegara.
Seperti yang akan dilakukan Disparbudpora di di Malaysia dan Singapura. Dan di perairan kita juga akan dilewati sejumlah kejuaraan layar Internasional , yakni Malaysia Sail dengan rute Johor menuju Kuching, dan melewati kita. Dan yang terakhir ada juga Sail karimata yang akan diikuti sejumlah yacht dari beberap provinsi di Indonesia.
"Jadi kita akan upayakan agar nantinya para peserta bisa beritirahat selama beberapa hari di Anambas, sambil menikmat keindahan alamnya di pulau yang akan kita sediakan,"